Semangat Sumpah Pemuda, Ribuan Bibit Pohon Ditanam di Perbatasan Entikong

admin Kategori Humanis Informasi 31 Okt 2025 09:23:49

Sanggau, Polda Kalbar – Semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia diwujudkan melalui aksi nyata peduli lingkungan. Pada Kamis (30/10/2025), ribuan bibit pohon ditanam secara serentak di kawasan Wisma PLBN Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Kegiatan bertajuk “Satu Anak Satu Pohon” ini diinisiasi sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian alam serta komitmen bersama untuk membangun perbatasan yang hijau dan berkelanjutan. Penanaman pohon juga menjadi wujud sinergi antara pemerintah pusat, daerah, TNI–Polri, pelajar, dan masyarakat perbatasan.

Acara dimulai pukul 07.00 WIB dengan dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalbar, Ir. H. Adi Yani, M.H, Anggota DPD RI Daud Yordan, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau, Drs. Aswin Katib, M.Si.

Turut hadir pula unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Entikong dan Sekayam, perwakilan KPH Wilayah Sanggau Timur, DLHK Kabupaten Sanggau, Balai Karantina, KPPBC Entikong, PLBN Entikong, perwakilan TNI–Polri, tokoh adat, pelajar, serta perwakilan perusahaan swasta seperti PT. Mayawana Persada dan PT. MWP.

Dalam sambutannya, Ir. H. Adi Yani, M.H menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon ini merupakan refleksi dari semangat Sumpah Pemuda yang meneguhkan persatuan generasi muda dalam membangun bangsa.

“Satu pohon yang kita tanam hari ini adalah simbol harapan, kehidupan, dan komitmen kita terhadap bumi yang lebih hijau dan sehat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan.

“Mari jadikan kegiatan ini sebagai langkah kecil yang berdampak besar. Seperti para pendahulu kita yang menanamkan semangat persatuan bangsa, kita pun harus menanamkan semangat menjaga bumi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PLBN Entikong, Teguh Priyadi, menekankan bahwa aksi ini bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bentuk nyata semangat gotong royong di wilayah perbatasan.

“Bagi masyarakat perbatasan, kegiatan ini memiliki makna mendalam. Pohon yang kita tanam hari ini menjadi simbol tumbuhnya semangat nasionalisme di garda terdepan NKRI,” katanya.

Teguh berharap, program tersebut berkelanjutan dan mampu mendorong terwujudnya kawasan perbatasan yang hijau, asri, dan produktif.

“Kita jaga pohon seperti kita menjaga semangat persatuan,” ujarnya menutup sambutan.

Dalam kesempatan yang sama, Komandan Batalyon Arhanud PBC 1 Kostrad Letkol Arh Andy Comarudin menegaskan pentingnya kebersamaan dalam menjaga kelestarian alam.

“Kegiatan ini adalah wujud gotong royong dan sinergi lintas instansi. Apa yang kita tanam hari ini akan tumbuh menjadi manfaat bagi bangsa,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota DPD RI Daud Yordan mengapresiasi partisipasi semua pihak, terutama pelajar, dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, tema “Satu Anak Satu Pohon” adalah cerminan semangat pemuda yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Entikong menjadi simbol perbatasan yang tidak hanya kuat secara nasionalisme, tetapi juga berkomitmen menjaga ekologi,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, tercatat sebanyak 2.350 bibit pohon ditanam di kawasan perbatasan Kecamatan Entikong. Jenis bibit yang ditanam meliputi kelengkeng, matoa, jambu kristal, jambu biji, dan kayu eukaliptus (kaliptus). Penanaman dilakukan bersama oleh pejabat, pelajar, masyarakat, dan unsur TNI–Polri di berbagai titik strategis seperti kawasan PLBN, halaman sekolah, fasilitas umum, dan lahan masyarakat sekitar.

Setiap peserta diharapkan menanam minimal satu pohon yang akan dirawat secara berkelanjutan.

Kapolsek Entikong, AKP Donny Sembiring, S.H., yang turut menanam pohon bersama masyarakat, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Polri mendukung ketahanan lingkungan di wilayah perbatasan.

“Kami ingin kehadiran Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi pelopor dalam menjaga keseimbangan alam,” ujarnya.

Menurutnya, menjaga lingkungan adalah bagian dari mencintai tanah air.

“Sebagaimana Sumpah Pemuda menyatukan bangsa, kegiatan menanam pohon ini menyatukan tekad untuk menjaga bumi yang menjadi rumah bersama,” tambahnya.

Ia berharap sinergi lintas instansi yang terjalin dalam kegiatan ini terus terjaga.

“Kami mengajak masyarakat untuk menjadikan penanaman pohon sebagai budaya, bukan sekadar seremoni. Setiap pohon yang tumbuh akan menjadi warisan bagi generasi mendatang,” katanya.

Kegiatan ditutup dengan penanaman simbolis oleh para pejabat yang hadir, diikuti sesi gotong royong penanaman pohon oleh pelajar dan warga. Suasana penuh keakraban dan semangat nasionalisme tampak mewarnai kegiatan tersebut, menggambarkan bahwa cinta tanah air dapat diwujudkan melalui aksi sederhana namun bermakna.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Polda Kalbar mendukung penuh kegiatan penanaman pohon di wilayah perbatasan ini. Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa semangat persatuan dan cinta tanah air dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Kombes Pol Bayu menambahkan, Polri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam mendorong kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga keseimbangan alam.

“Melalui kegiatan seperti ini, Polri ingin mengajak masyarakat bersama-sama menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Setiap pohon yang ditanam adalah investasi kehidupan bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan peduli lingkungan seperti ini merupakan implementasi nyata dari program Polri Presisi yang berorientasi pada pelayanan, kepedulian sosial, dan keberlanjutan lingkungan hidup.

“Menanam pohon bukan hanya soal penghijauan, tetapi juga simbol semangat persatuan, pengabdian, dan cinta tanah air. Semangat Sumpah Pemuda harus kita jaga dalam setiap langkah, termasuk menjaga bumi yang menjadi rumah kita bersama,” pungkasnya.

Melalui gerakan “Satu Anak Satu Pohon”, masyarakat Entikong tidak hanya memperingati Hari Sumpah Pemuda, tetapi juga menanam harapan baru bagi masa depan lingkungan yang lebih hijau, lestari, dan berkeadilan ekologis di wilayah perbatasan Indonesia.