PID Polda Kalbar
Detail LaporanPolres Sambas Ungkap Kronologi Wanita Tewas Terbakar di Sawah, Keluarga Tolak Proses Hukum
Sambas, Kalimantan Barat – Kepolisian Sektor Teluk Keramat, Polres Sambas, Polda Kalimantan Barat, menangani peristiwa penemuan mayat seorang perempuan yang ditemukan tewas terbakar di area persawahan miliknya di Dusun Darussalam RT 016 RW 008, Desa Semata, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas. Kejadian ini terjadi pada Kamis, 31 Juli 2025 sekitar pukul 16.30 WIB.
Korban pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya, H, dalam kondisi telungkup dan mengalami luka bakar serius di bagian tubuh. Saksi lainnya, S (tetangga korban) dan J (Kepala Dusun Darussalam), turut membenarkan bahwa korban terakhir terlihat pada Rabu pagi (30/7), saat hendak kembali ke sawah setelah menjalani terapi di Desa Simpang Empat.
Sebelumnya, korban diketahui membakar batang padi sisa panen di lahan miliknya. Ia sempat pulang ke rumah dan kembali ke sawah untuk memastikan api tidak menjalar ke lahan warga lain. Namun hingga malam, korban tidak kembali, hingga akhirnya ditemukan sudah tak bernyawa keesokan harinya.
Pemeriksaan medis yang dilakukan oleh Puskesmas Simpang Empat menyebutkan korban mengalami luka bakar derajat 2 dan 3 di wajah, leher, dada, dan punggung atas. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, baik luka tumpul maupun tajam. Berdasarkan hasil visum, waktu kematian diperkirakan sudah lebih dari 24 jam sebelum ditemukan.
Kapolsek Teluk Keramat, IPTU Rio Castella, S.H., menyampaikan duka cita kepada pihak keluarga dan menjelaskan bahwa kasus ini telah ditangani sesuai prosedur. “Kami telah melakukan pemeriksaan saksi, olah TKP, dan visum. Hasilnya tidak ditemukan unsur pidana. Keluarga juga menyatakan menolak proses hukum lebih lanjut dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” ujar Kapolsek.
Menanggapi peristiwa tersebut, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H., menyampaikan bahwa penanganan kasus dilakukan secara profesional dan humanis, sesuai dengan fakta-fakta di lapangan.
“Kami dari Polda Kalbar turut berduka cita atas kejadian ini. Kepolisian telah bergerak cepat, melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, dan memastikan tidak ada unsur kekerasan. Ini murni kecelakaan tragis di lahan terbuka. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap risiko pembakaran di area pertanian, terutama di musim panas,” ujar Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno.
Kepolisian mengimbau agar setiap aktivitas pembakaran di area persawahan dilakukan dengan kehati-hatian dan pengawasan, guna mencegah insiden serupa terulang kembali.