PID Polda Kalbar
Detail LaporanPerkuat Sinergi Lintas Wilayah, Polda Kalbar Gelar Pelatihan Operator IMBAS CEPAT
PONTIANAK, POLDA KALBAR – Untuk meningkatkan kemampuan personel dalam pengamanan perbatasan, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat menggelar Refresher Training Operator IMBAS CEPAT T.A. 2025. Acara pembukaan yang berlangsung di Meranti Ballroom, Hotel Borneo Pontianak, Selasa (19/8), dipimpin langsung oleh Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Roma Hutajulu, S.I.K., M.Si.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat utama Polda Kalbar, tim dari Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, Malaysian Polis Liaison Officer (MPLO) Tuan Asp Anuar, serta para koordinator Border Trans National Crime Liaison Officer (BTNCLO). Peserta pelatihan berasal dari tiga polda yang berbatasan langsung dengan Malaysia, yaitu Polda Kalbar, Polda Kalimantan Timur, dan Polda Kalimantan Utara.
Dalam sambutannya, Brigjen Pol Roma Hutajulu menekankan pentingnya sinergi dalam menjaga keamanan perbatasan. Ia menyebutkan bahwa Kalimantan Barat memiliki garis perbatasan darat sepanjang 966 kilometer dengan negara bagian Sarawak, Malaysia, dengan lima Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Meskipun strategis, wilayah ini juga rentan terhadap kejahatan lintas batas, seperti penyelundupan, peredaran narkoba, dan perdagangan orang.
"Kerja sama yang erat dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM) Sarawak, melalui pertukaran data intelijen, membuktikan bahwa keamanan perbatasan tidak bisa hanya ditangani oleh satu institusi atau satu negara saja. Ini memerlukan sinergi, keterbukaan, dan kepercayaan bersama," tegas Wakapolda.
Pelatihan ini, menurutnya, menjadi momentum penting untuk meningkatkan kemampuan personel Polri dalam memanfaatkan aplikasi IMBAS CEPAT, yang dirancang untuk mendukung pengamanan perbatasan melalui sistem informasi yang cepat, akurat, dan terintegrasi. Brigjen Pol Roma Hutajulu juga berpesan agar para peserta memanfaatkan pelatihan ini sebagai ajang transfer ilmu dari narasumber Divhubinter Polri dan membangun jejaring kerja yang solid antar polda.
"Kekuatan perbatasan tidak hanya bertumpu pada tembok penjagaan, tetapi pada kesiapsiagaan, sinergi, dan profesionalisme setiap aparat yang mengabdi di garis terdepan," pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas Polri dalam menghadapi dinamika kejahatan modern dan menjaga kedaulatan bangsa.